Hal Baru yang Dapat Meneteskan Air Mata

22:15:00

Okeee selamat pagi/siang/sore/malam para pembaca dimanapun kalian berada. kembali lagi dengan saya admin H setelah sekian lama menghilang karena ada beberapa kesibukan khusus. Oke kali ini gua nemuin sesuatu hal baru yang bisa buat gua nangis. yaitu, kehilangan sodara deket gua sendiri :').

jadi ceritanya begini, di sekolah tercinta gua itu yang peraturannya sangat amat ketat akan di adakan LDK (latihan dasar kepemimpinan) OSIS, dan gua sebagai ketua 1 OSIS #gayadikit. gua mendapat tugas untuk mengajak 2 orang tambahan dari salah satu anggota osis untuk mendapatkan pelatihan ini, dan orang yang pertama gua tunjuk adalah sodara gua sendiri, inisialnya JR. dan orang kedua itu salah satu anggota dari olahraga yang menurut gua lumayan berkompeten dan mukanya jauh dari lumayan :D, makanya gua pilih dia dan semuanya setuju.

Hari pertama LDK OSIS kita pagi-pagi dikumpulkan di sekolah untuk diberikan informasi. saat diberikan informasi gua udh heran aja nih, kenapa ga ada bus ato truck semacamnya untuk berangkat ke tempat tujuan, dan ternyata setelah selesai diberikan informasi mimpi buruk gua beneran terjadi. Kita semua hanya diberikan uang 25 Ribu Rupiah untuk sampai ditempat tujuan, dan kita semua hanya diberikan rutenya untuk sampai pada tujuan. dan yang paling bikin gua panik adalah sodara gua itu cewe, dan dia jarang banget naek angkutan umum, dan lagi gua beda kelompok sama dia, dan pikiran-pikiran negativ mulai bermunculan dimana-mana mengelilingi pikiran gua. Sampe di perjalanan gua sama kelompok gua menutuskan untuk main bus sampe ketujuan, dan menuju kampung rambutan. oh iya 1 lagi tugas yang jengkelin, kita semua harus jagain telur mentah yang sangat rapuh itu selama 2 hari dan tidak boleh pecah. dan tugas orang pertama yang memegang telur di kelompok gua itu...... gua :'). sambil mikirin telur yang harus gua jagain ini, gua juga terus mikirin sodara gua juga. selama perjalanan gua cuma bisa berharap kalo di jalan gua bisa ketemu sama kelompok sodara gua ini, dan ternyaaaaa gua ketemu sodara gua di halte transjakarta cawang BNN untuk transit ke kampung rambutan. woah lega abis pikiran gua bisa ketemu lagi. disitu gua memutuskan untuk terus jalan sama-sama dan ga akan pisah.

Sesampainya di kampung rambutan, gua lagi nyari-nyari bus yang menuju ke daerah puncak, karena tempat tujuan gua itu ada di d'jungle, puncak. dan ternyataaaaaa gua salah naik bus. kelompok 1 (kelompok gua) dan kelompok 2 (kelompok JR), sama-sama kesasar menuju BOGOR. :') jadi gua harus cari angkutan umum lagi yang menujuu kepuncak. itu sih ga jadi masalah, yang jadi masalahnya lagi ituu, gua harus mikirin duit yang masing-masing 25 ribu rupiah itu. setelah sampai di terminal bogor, kita semua ngumpulin uang dan ternyata hanya sisah 175 ribu rupiah. dengan uang itu gua memutuskan untuk mencarter angkot dari terminal bogor langsung sampai kepuncak. ternyata setiap supir yang ada disitu tidak ada yang mau kalau hanya dibayar 175 ribu saja. semua supir disana maunya 200 ribu. jadi kami semua kekurangan uang 25 ribu. Sampai-sampai kami semua mengumpulkan makanan dan minuman kami semua untuk di jual di tempat itu. Karena susahnya menjual makanan itu, kami menggunakan cara yang sedikit licik. jadi kami pura-pura menjual makanan itu dan dibeli oleh teman kami sendiri yang ternyata menyembunyikan uang 50 ribu di tasnya. jadi gua dan teman gua bernama saliman menyembunyikan makanan kedalam tas gua sendiri dan menggunakan uang 50 ribu lagi untuk membayar supir LX 300. ternyataaaaaaaa... cara itu berhasil. yeah. kami semua bisa berangkat lagi menuju tujuan. 

Selama perjalanan gua tau masalah ga mungkin berenti disini, dan ternyata benar. Mobil yang gua tumpangi bersama kelompok 2 ini ga kuat nanjak ke gunung, karena mobil yang gua tumpangi ini adalah mobil tua, jadi di tengah tanjakan gunung yang cukup curam, kelompok gua dan kelompok 2 memutuskan untuk meneruskan perjalanan dengan jalan kaki. hal pertama yang gua lakuin adalah, gua langsung ke sebelah sodara gua dulu untuk menawarkan bantuan, dan awalnya sih dia masih kuat-kuat aja, tapi setelah sekitar 10 menit menanjak gua mulai ngeliat sodara gua ini kecapean, dan disitulah saatnya gua mengorbankan badan gua. gua bantuin si JR ini dengan membawakan barangnya dan si JR ini berpegangan di tas gua. ya memang sih rasanya makin berat karena ada gaya tarikan tambahan dari sodara gua sendiri. tapi demi sodara sendiri, apa sih yang kaga gua lakuin B-). 

sampainya disana kita semua evaluasi sebentar dan langsung melanjutkan perjalanan dengan menuju air terjun. perjalanan emg cukup extreme sih, tapi gua dengan seluruh OSIS jalanin aja dah. nah masalahnya mulai disni, saat gua terlalu sibuk membantu temen-temen gua yang kesulitan melewati batu-batunan yang sulit dilewati ini, gua mulai melupakan sodara gua sendiri, sampe di air terjun gua nyari sodara gua dan gua liat dia udh duduk di bawah air terjun, huh lega banget tuh gua. setelah puas bermain-main di air terjun kita semua kembali menuruni gunung dan kembali lagi dengan bodohnya, gua lupa jagain sodara gua lagi, dan dia jalan duluan jauh di depan. pada awalnya gua ga keinget apa-apa sama sodara gua, tapi setelah semuanya kekumpul di tenda, dan ternyata ada yang kurang 4 orang dan salah satunya itu adalah sodara gua sendiri, gua mulai panik ga karuan, pikiran gua mulai mikir yang macem-macem. sampe kita semua akhirnya berdoa bersama, kita semua berdoa untuk ke 4 temen kita ini yang tersesat di hutan. disinilah saat berdoa gua mulai meneteskan air mata gua sendiri, gua bener-bener ga bisa berkata-kata pas tau sodara gua ikut ilang. sampe-sampe gua ngomong ke kakak pembinanya begini "kak saya bantuin cari ya temen-temen yang ilang ini." tapi gua ga dibolehin nyari, dan saat itu gua cuma bisa duduk. ehh jongkok sih tepatnya, jongkok termenung nungguin bantuan dari Tuhan. dari situ gua cuma bisa berharap dan berdoa sama Tuhan. Permintaan gua simple banget saat itu sama Tuhan, gua cuma mau ke 4 temen gua itu balik semua tanpa kekurangan sesuatu apapaun, dan air mata gua bener-bener ga bisa ditahan lagi sampe akhirnya gua ngeliat muka sodara gua itu. ahhhhhhhhhhhhhhhhh rasanya lega banget. gua bisa ngeliat dia lagi, rasanya tuh pengen gua peluk tuh orang, dan ga bakal gua lepas lagi. dan dari saat itu, gua berterima kasih banget sama Tuhan kalo, dia yang simple aja Tuhan denger. itu berarti Tuhan itu selalu sayang sama kita semua.

Nah dari pengalaman gua ini gua belajar banyak hal. yang pertama gua belajar kalau dalam kehidupan ini, kita ga bisa selalu mendapatkan hal yang enak, terkadang kita memang sudah berada di posisi yang mungkin cukup tinggi, tapi Tuhan itu kadang ingin melihatkan sesuatu kepada kita, jadi dia menurunkan kita lagi kebawah untuk melihat orang-orang yang disekeliling kita yang masih membutuhkan kita. kedua, kadang apa yang bisa membuat kita bahagia itu bukanlah apa yang kita inginkan, tapi yang membuat kita bahagia itu apa yang kita butuh, dan yang kita butuh itu tidak selalu dapat berupa barang atau semacamnya. ketiga, gua belajar kalau dalam hidup kita harus saling menyayangi orang lain sama seperti kita menyayangi diri kita sendiri, yaaaa sebagai contoh, gua sayang sama sodara gua sendiri, sama kaya gua sayang sama diri gua sendiri. :D. 

You Might Also Like

0 comments